TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Di Duga Kangkalikong, Nama Kepala Sekolah SMAN 1 Cukuh Balak Ikut Terseret Manipulasi Data Dapodik

Jatim Aktual, Tanggamus – Dugaan manipulasi data Dapodik Guru Honorer SMAN 1 Cukuh Balak Meli Safitri, S.Pd., yang selama tiga tahun tidak aktif memberikan jam pelajaran namun lulus ikut tes seleksi P3K tahun 2023, nama Kepala Sekolah ikut terseret. Sabtu (13/1/2024)

Sebelumnya, dugaan manipulasi data Dapodik Guru Honorer SMAN 1 Cukuh Balak yang akhir-akhir ini telah mencuat ke publik, dengan melibatkan nama Apridayani yang pada saat itu masih menjabat sebagai PLH Kepala Sekolah.

Setelah hasil pengembangan awak media, kemudian muncul nama Kepala Tata Usaha (K.TU) SMAN 1 Cukuh Balak, Hadi Mubarok, juga ikut terlibat dalam pusaran dugaan kasus manipulasi data Dapodik.

Nama keduanya mencuat, setelah awak media berhasil mengorek keterangan dari Baidowi yang merupakan mantan Operator Dapodik SMAN 1 Cukuh Balak.

BACA JUGA :  Petani Penggarap Sawah Pekon Rantau Tijang, Lakukan Pemilihan Kepengurusan P3A Yang Baru.

Dari sekian banyak keterangan Baidowi, ada hal yang sangat menarik perhatian, bahwa Apridayani menyampaikan kekecewaannya melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

“Ini kenapa bisa begini Bai, jangan menyelamatkan diri sendiri geh,”Kalimat pesan singkat Apridayani kepada Baidowi.

Untuk melengkapi semuanya, pada hari Sabtu tanggal 6 Januari 2024 tim awak media menyambangi SMAN 1 Cukuh Balak dengan tujuan untuk minta klarifikasi kepada dua nama yang terlibat tersebut.

Namun pas sampai di lokasi, pihak awak media dihadapkan dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Cukuh Balak, Selamet, S.Pd., yang baru menjabat selama dua bulan lebih. Terendus, ada aroma kangkalikong diantara ketiga orang tersebut.

Pasalnya, saat awak media meminta klarifikasi terkait dugaan manipulasi data Dapodik Guru Honorer yang melibatkan Apridayani dan Hadi Mubarok, pihak Kepala Sekolah mengatakan bahwa guru honorer tersebut mempunyai izin cuti.

BACA JUGA :  Akibat Di Terjang Angin, Satu Unit Rumah Milik Muklis, Ambruk Rata Dengan Tanah

“Dia cuti karena mau melanjutkan studi ngambil S2, yaitu sah-sah saja,”Kata Kepala Sekolah.

Lebih lanjut, setelah awak media menanyakan surat cuti tersebut, Kepala Sekolah malah meminta kepada awak media agar persoalan guru honorer jangan sampai di besar-besarkan dan ia pun melarang untuk di ekspos di media.

“Saya berharap kepada rekan-rekan media, selama saya masih disini, tolong segala persoalan dibicarakan secara baik-baik, jangan sampai di media kan,”Ujar Kepala Sekolah

Kemudian awak media pun meminta kepada pihak Kepala Sekolah agar nama Apridayani dan Hadi Mubarok dihadirkan di ruangan kerjanya, tapi lagi-lagi Kepala Sekolah tersebut melarang dengan alasan yang tidak jelas.

“Sudahlah enggak usah lagi nemuin mereka, karena kalian juga saya anggap bagian dari badan saya sendiri, tanpa sedikitpun merendahkan kalian sebagai wartawan,”Ujarnya.

BACA JUGA :  Untuk Menampung Usulan Masyarakat, Pemerintah Pekon Banyumas Menggelar Musrenbang TA. 2024.

Akan tetapi yang lebih mencengangkan, ada upaya-upaya yang tidak terpuji yang dilakukan oleh Kepala Sekolah tersebut, dengan menjanjikan ingin memberikan uang suap kepada awak media.