TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kurang Nya Daya Kontrol, Puskesmas Putih Doh Sering Mengalami Keterbatasan Alat Medis.

Jatim Aktual, Tanggamus – KUPT Puskesmas Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak Sariman Di duga tidak pernah mengontrol terkait dengan berbagai macam kekurangan alat medis sesuai dengan kebutuhan puskesmas setempat. Senin (22/5/2023)

Sehingga mengakibatkan tenaga kesehatan setiap melakukan pelayanan terhadap pasien keluhkan ketersediaan obat-obatan dan alat untuk tindakan medis seringkali mengalami kekurangan.

Sementara untuk pelayanan kesehatan, Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan yang secara prima serta konsisten untuk memenuhi kebutuhan pasien atau masyarakat dan bahkan dapat melampaui keinginan dan kebutuhan atau ekspektasi masyarakat sebagai pengguna.

Menurut AR (59) terkait dengan alat kelengkapan medis, tenaga kesehatan setiap melakukan tindakan medis terhadap pasien selalu mengalami kendala, yaitu kurangnya pasokan alat medis dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus.

BACA JUGA :  Pengelolaan Limbah B3 Puskesmas Antar Brak Di Duga Tidak Sesuai Prosedur

“Seharusnya pimpinan itu mengontrol atau menanyakan apa-apa yang menjadi kekurangan pihak tenaga kesehatan yang berkaitan dengan penanganan pasien,”Ujar AR

Selanjutnya AR juga mengatakan bahwa antara Ka UPT Puskesmas dan apoteker harus saling berkoordinasi apa yang menjadi kekurangan terkait dengan alat medis yang akan di butuhkan oleh tenaga kesehatan yang sering mengalami kendala.

“Selama ini apoteker saja yang mengajukan, dan Ka UPT nya cuma tandatangan saja, padahal pak Sariman seharusnya merespon setiap kekurangan tersebut,”Kata AR

Kemudian AR juga menjelaskan, bahwa Ka UPT Puskesmas sebagai pelaksana tugas teknis Dinas Kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan promotif dan preventif sehingga tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

BACA JUGA :  Sebentar Lagi Sertijab Kapolres Pamekasan, Mampukah Mengungkap dan Mentersangkakakan Kasus OTT Raskin Desa Campor yang Mandek

“Antara pihak Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas dan Dinas Kesehatan saling berskesinambungan demi tercapainya pembangunan kesehatan di wilayahnya, tapi selama ini tidak pernah dilakukan oleh kepala puskesmas,”Jelasnya

Kaitannya dengan alat kesehatan, AR juga mengungkapkan bahwa alat kesehatan yang sering dipakai oleh tenaga kesehatan untuk penanganan pasien seperti Nebulizer sudah sangat tidak layak untuk dipakai.

“KUPT tidak pernah merespon terkait Nebulizer yang sudah tidak layak pakai tersebut, selain itu juga, obat untuk bius pasien kecelakaan selalu mengalami kekosongan,”Ungkapnya

Lalu AR juga menambahkan kaitannya dengan tenaga dokter, Ka UPT Puskesmas Putih Doh tidak pernah mengontrol kedisiplinan dokter terkait dengan waktu masuk kerja, sehingga terkesan dibiarkan begitu saja.

BACA JUGA :  PPK Kecamatan Limau Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan

“Disini ada dokter Erik yang dalam satu minggu cuma hari Kamis dia kerjanya, yang seharusnya jadwal dia kerja sampai hari Sabtu,”Tutupnya